<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>seputar dunia kerja Archives - PPBM</title>
	<atom:link href="https://ppbm.co.id/category/seputar-dunia-kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://ppbm.co.id/category/seputar-dunia-kerja/</link>
	<description>Perusahaan Outsourcing Profesional</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Feb 2024 09:46:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://ppbm.co.id/wp-content/uploads/2021/06/cropped-Logo-PPBM-Jasa-Outsurcing-Terbaik-Jasa-Cleaning-Service-Jasa-Satpam-Jasa-Security-32x32.png</url>
	<title>seputar dunia kerja Archives - PPBM</title>
	<link>https://ppbm.co.id/category/seputar-dunia-kerja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cari Tau Perbedaan Kontrak dan Oursourcing</title>
		<link>https://ppbm.co.id/beda-kontrak-dengan-outsourcing/</link>
					<comments>https://ppbm.co.id/beda-kontrak-dengan-outsourcing/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ppbm]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Feb 2024 09:46:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[seputar dunia kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Labor Supply]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ppbm.co.id/?p=6915</guid>

					<description><![CDATA[<p>Artinya, perusahaan mengadakan hubungan kerja dengan karyawan kontrak untuk suatu pekerjaan yang berlangsung selama periode...</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/beda-kontrak-dengan-outsourcing/">Cari Tau Perbedaan Kontrak dan Oursourcing</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="blog-single-details"></div>
<p>Artinya, perusahaan mengadakan hubungan kerja dengan karyawan kontrak untuk suatu pekerjaan yang berlangsung selama periode waktu tertentu. Lalu apa itu arti juga <a href="https://ppbm.co.id/jasa-outsourcing-jakarta"><strong>pengertian outsourcing</strong></a>? <strong>outsourcing artinya adalah sebuah upaya untuk mengalihkan pekerjaan ke pihak ketiga</strong>.</p>
<p>Secara umum, outsourcing artinya terbagi lagi menjadi dua kategori.</p>
<p>Yakni penyerahan sebagian pekerjaan atau pemborongan pekerjaan (outsourcing pekerjaan) dan penyedia jasa tenaga kerja atau agen penyalur tenaga kerja.</p>
<h2>Masa Waktu Kerja Karyawan Kontrak dan Outsourcing</h2>
<p>UU Ketenagakerjaan juga menjelaskan bahwa PKWT hanya boleh diadakan paling lama untuk dua tahun, dengan perpanjangan satu kali maksimal selama satu tahun. Jika terjadi perpanjangan, maka harus diberitahukan kepada karyawan kontrak bersangkutan maksimal tujuh hari sebelum PKWT berakhir.</p>
<p>Lalu, untuk karyawan outsourcing, penghitungan masa kerjanya bergantung pada jenis kontrak yang disepakati bersama perusahaan yang merekrut mereka.</p>
<p>Menurut UU Ketenagakerjaan, hal tersebut dibedakan menjadi dua, yakni:</p>
<p>Apabila karyawan akan dipekerjakan untuk pekerjaan tetap dan terus menerus, maka perusahaan outsourcing harus mengikat mereka sebagai pekerja tetap melalui Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).<br />
Apabila karyawan dipekerjakan untuk pekerjaan yang akan selesai tepat waktu, misalnya satu atau dua tahun, perusahaan outsourcing dapat mengontrak mereka melalui PKWT.</p>
<h2>Jenis Pekerjaan Karyawan Kontrak</h2>
<p>Dalam Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan), aturan mengenai karyawan kontrak dibahas pada kontrak kerja, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).</p>
<p>Pasal 59 Ayat (1) UU Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa PKWT hanya dapat berlaku untuk pekerjaan tertentu yang berdasarkan jenis, sifat, atau kegiatannya, akan selesai dalam kurun waktu tertentu, yaitu:</p>
<ul>
<li>Pekerjaan yang sifatnya sementara atau sekali selesai</li>
<li>Pekerjaan yang penyelesaiannya diperkirakan dalam waktu paling lama tiga tahun</li>
<li>Pekerjaan yang bersifat musiman</li>
<li>Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam masa percobaan</li>
</ul>
<p>Pasal 64 UU Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa karyawan yang dibuat secara tertulis—yang mana merupakan dasar praktik outsourcing di Indonesia.</p>
<p>Menurut Pasal 65 Ayat (2) UU Ketenagakerjaan, berikut adalah syarat-syarat pekerjaan yang bisa diserahkan oleh perusahaan kepada perusahaan lain:</p>
<ul>
<li>Dilakukan secara terpisah dari kegiatan utama</li>
<li>Dilakukan dengan perintah langsung atau tidak langsung dari pemberi pekerjaan.</li>
<li>Merupakan kegiatan penunjang perusahaan secara keseluruhan.</li>
<li>Tidak menghambar proses produksi.</li>
<li>Secara lebih spesifik lagi, Pasal 66 UU Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan kegiatan penunjang adalah kegiatan yang berada di luar usaha pokok perusahaan.</li>
</ul>
<p>Yakni usaha <a href="https://ppbm.co.id/jasa-cleaning-service-jakarta/"><strong>pelayanan kebersihan (cleaning service)</strong></a><strong>,<a href="https://ppbm.co.id/security-guard"> tenaga pengaman (security)</a>,</strong> <a href="https://ppbm.co.id/labor-supply/"><strong>usaha jasa telemarketing, call center hingga driver.</strong></a></p>
<h2>Perbedaan Bentuk Perjanjian Karyawan Kontrak Dan Outsourcing</h2>
<p>PKWT harus dibuat secara tertulis, yakni menggunakan Bahasan Indonesia dan huruf latin. Apabila tidak dibuat secara tertulis, maka akan dinyatakan sebagai Perjanjian Pekerjaan untuk Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).</p>
<p>Karena sistem kerjanya kontrak, PKWT <strong>tidak diperbolehkan melakukan masa percobaan kerja</strong> terhadap karyawannya.</p>
<p>Selain surat perjanjian, PKWT juga wajib tercatat di instansi setempat yang bertanggung jawab pada bidang ketenagakerjaan maksimal tujuh hari setelah penandatanganan perjanjian.</p>
<p>Sedangkan, dalam sistem kerja outsourcing, tidak disebutkan secara eksplisit tentang adanya keharusan untuk membuat perjanjian secara tertulis. Namun, idealnya perusahaan tetap harus membuatnya.</p>
<p>Sama seperti PKWT, perjanjian karyawan outsourcing juga harus didaftarkan kepada instansi setempat yang bertanggung jawab pada bidang ketenagakerjaan, yakni maksimal tiga puluh hari kerja sejak penandatanganan perjanjian.</p>
<p>Apabila tidak dicatatkan, instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan provinsi berhak mencabut izin operasional berdasarkan rekomendasi dari instansi setempat yang bertanggung jawab.</p>
<p><a href="https://ppbm.co.id/">PT Perdana Prima Bhakti Mandiri</a> hadir sebagai solusi atas permintaan yang tinggi akan tenaga kerja <a href="https://ppbm.co.id/jasa-outsourcing-jakarta">outsourcing</a> untuk semua bidang usaha. Kami menyediakan layanan dan SDM yang terlatih dan profesional.</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/beda-kontrak-dengan-outsourcing/">Cari Tau Perbedaan Kontrak dan Oursourcing</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ppbm.co.id/beda-kontrak-dengan-outsourcing/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>9</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Etika Cleaning Service dalam bekerja</title>
		<link>https://ppbm.co.id/pentingnya-etika-cleaning-service-dalam-bekerja/</link>
					<comments>https://ppbm.co.id/pentingnya-etika-cleaning-service-dalam-bekerja/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ppbm]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2023 10:01:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jasa Bersihkan Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[seputar dunia kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Cleaning Service]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Outsourcing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ppbm.co.id/?p=6681</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi petugas cleaning service yang bekerja pada perusahaan jasa cleaning service, etika merupakan hal yang sangat penting untuk...</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/pentingnya-etika-cleaning-service-dalam-bekerja/">Pentingnya Etika Cleaning Service dalam bekerja</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi petugas <a href="https://ppbm.co.id/jasa-cleaning-service/">cleaning service</a> yang bekerja pada <a href="https://ppbm.co.id/jasa-cleaning-service/">perusahaan jasa cleaning service</a>, etika merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Karena, etika yang diterapkan <a href="https://ppbm.co.id/jasa-cleaning-service/">petugas cleaning service</a> berperan besar dalam kesuksesan <a href="https://ppbm.co.id/jasa-cleaning-service/">perusahaan cleaning service</a> tersebut. Lalu, apa saja etika yang harus diperhatikan seorang petugas <strong>cleaning service</strong> dalam bekerja? Berikut ulasannya:</p>
<h4>baca juga: <a href="https://ppbm.co.id/jasa-cleaning-service/">Berbagai Pekerjaan Cleaning Service</a></h4>
<h4><strong>Etika saat mulai bekerja</strong></h4>
<p>Seorang petugas <a href="https://ppbm.co.id/tag/jasa-cleaning-service-jakarta/">cleaning service</a> yang baik haruslah senantiasa menjaga etikanya termasuk saat mulai bekerja. Pada pagi hari, umumnya petugas <a href="https://ppbm.co.id/tag/cleaning-service-jakarta/">cleaning service</a> merupakan orang yang hadir pertama untuk membersihkan ruangan atau gedung kantor. Karena merupakan orang yang paling pertama hadir, maka petugas <a href="https://ppbm.co.id/tag/cleaning-service-jakarta/">cleaning service</a> harus menjaga etikanya saat mulai bekerja.</p>
<p>Etika Cleaning Service yang harus diperhatikan antara lain menerapkan prinsip 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun) saat bertemu dengan orang-orang saat bekerja. Penerapan <strong>Etika Cleaning Service 5S</strong> saat mulai bekerja sangat penting karena selain dapat menjaga nama baik <a href="https://ppbm.co.id/tag/cleaning-service-jakarta/">perusahaan cleaning service</a>. Dengan demikian, lingkungan kerja pun akan terasa semakin hangat dan citra <a href="https://ppbm.co.id/hubungi-ppbm/">perusahaan jasa cleaning service</a> pun ikut terjaga.</p>
<h4><strong>Etika pergaulan</strong></h4>
<p>Untuk menerapkan etika pergaulan selama bekerja diantaranya adalah:</p>
<ol>
<li>Senantiasa sopan, santun dan ramah kepada setiap orang</li>
<li>Menunjukkan sikap empati</li>
<li>Mengendalikan emosi</li>
<li>Tidak menyakiti perasaan orang lain</li>
<li>Saling membantu</li>
</ol>
<h4><strong>Etika berpakaian</strong></h4>
<p>Pakaian yang dikenakan tidak hanya menunjukkan citra diri petugas cleaning service namun juga menunjukkan etika saat bekerja. Karena, jika petugas cleaning service tidak mengenakan pakaian yang sesuai etika serta standar operasional prosedur yang telah ditetapkan, maka kredibilitas <strong><a href="https://ppbm.co.id/tag/cleaning-service-kantor/">perusahaan jasa cleaning service</a></strong> tempatnya bekerja akan dipertanyakan. Selain itu, dengan menjaga etika berpakaian, maka petugas cleaning service tersebut juga dapat menjaga citra dirinya sebagai orang yang tertib dan berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya.</p>
<h4><strong>Etika dalam berkomunikasi</strong></h4>
<p>Setiap pekerjaan yang dilakukan bersama-sama tentu memerlukan komunikasi antar personal. Komunikasi yang terjalin membuat kerjasama dalam bekerja menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Seorang petugas cleaning service yang baik perlu memperhatikan etika dalam berkomunikasi baik kepada rekan kerjanya maupun kepada atasan atau klien tempatnya bekerja.</p>
<p>Etika berkomunikasi yang diterapkan saat bekerja akan membuat jalannya kerjasama menjadi lebih nyaman untuk dilakukan. Karena, komunikasi tanpa etika yang baik dapat merusak hubungan antar personal di tempat kerja. Untuk itu, perhatikan beberapa etika dalam berkomunikasi di tempat kerja berikut ini :</p>
<ol>
<li>Menatap lawan bicara saat berbicara</li>
<li>Menggunakan bahasa yang santun</li>
<li>Menjaga nada bicara</li>
<li>Menjadi pendengar yang baik</li>
<li>Hindari pembicaraan yang menjelekkan orang lain</li>
<li>Tidak memotong pembicaraan</li>
</ol>
<p>Menerapkan berbagai etika tersebut sangat berpengaruh terhadap penilaian kinerja petugas <a href="https://ppbm.co.id/tag/cleaning-service-kantor/">cleaning service</a>. Selain kualitas pembersihan, etika juga merupakan hal yang penting untuk diperhatikan saat bekerja. Karena, etika yang terjaga dapat menambah panjang durasi kerja sekaligus membuat orang di sekelilingnya merasa lebih nyaman untuk bekerjasama.</p>
<p><a href="https://ppbm.co.id/">PPBM</a> senantiasa hadir memenuhi kebutuhan perusahaan Anda akan <a href="https://ppbm.co.id/jasa-cleaning-service/">Jasa Outsourcing Cleaning Service</a> yang profesional dan terpercaya untuk apartemen, pabrik, rumah sakit, sekolah, taman atau publik area lainnya.</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/pentingnya-etika-cleaning-service-dalam-bekerja/">Pentingnya Etika Cleaning Service dalam bekerja</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ppbm.co.id/pentingnya-etika-cleaning-service-dalam-bekerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Karyawan Kontrak dan Outsourcing</title>
		<link>https://ppbm.co.id/beda-outsourcing-dan-kontrak/</link>
					<comments>https://ppbm.co.id/beda-outsourcing-dan-kontrak/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ppbm]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Mar 2023 04:43:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[seputar dunia kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Labor Supply]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ppbm.co.id/?p=6612</guid>

					<description><![CDATA[<p>Artinya, perusahaan mengadakan hubungan kerja dengan karyawan kontrak untuk suatu pekerjaan yang berlangsung selama periode...</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/beda-outsourcing-dan-kontrak/">Perbedaan Karyawan Kontrak dan Outsourcing</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="blog-single-details"></div>
<p>Artinya, perusahaan mengadakan hubungan kerja dengan karyawan kontrak untuk suatu pekerjaan yang berlangsung selama periode waktu tertentu. Lalu apa itu arti juga <a href="https://ppbm.co.id/jasa-outsourcing-jakarta"><strong>pengertian outsourcing</strong></a>? <strong>outsourcing artinya adalah sebuah upaya untuk mengalihkan pekerjaan ke pihak ketiga</strong>.</p>
<p>Secara umum, outsourcing artinya terbagi lagi menjadi dua kategori.</p>
<p>Yakni penyerahan sebagian pekerjaan atau pemborongan pekerjaan (outsourcing pekerjaan) dan penyedia jasa tenaga kerja atau agen penyalur tenaga kerja.</p>
<h2>Masa Waktu Kerja Karyawan Kontrak dan Outsourcing</h2>
<p>UU Ketenagakerjaan juga menjelaskan bahwa PKWT hanya boleh diadakan paling lama untuk dua tahun, dengan perpanjangan satu kali maksimal selama satu tahun. Jika terjadi perpanjangan, maka harus diberitahukan kepada karyawan kontrak bersangkutan maksimal tujuh hari sebelum PKWT berakhir.</p>
<p>Lalu, untuk karyawan outsourcing, penghitungan masa kerjanya bergantung pada jenis kontrak yang disepakati bersama perusahaan yang merekrut mereka.</p>
<p>Menurut UU Ketenagakerjaan, hal tersebut dibedakan menjadi dua, yakni:</p>
<p>Apabila karyawan akan dipekerjakan untuk pekerjaan tetap dan terus menerus, maka perusahaan outsourcing harus mengikat mereka sebagai pekerja tetap melalui Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).<br />
Apabila karyawan dipekerjakan untuk pekerjaan yang akan selesai tepat waktu, misalnya satu atau dua tahun, perusahaan outsourcing dapat mengontrak mereka melalui PKWT.</p>
<h2>Jenis Pekerjaan Karyawan Kontrak</h2>
<p>Dalam Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan), aturan mengenai karyawan kontrak dibahas pada kontrak kerja, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).</p>
<p>Pasal 59 Ayat (1) UU Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa PKWT hanya dapat berlaku untuk pekerjaan tertentu yang berdasarkan jenis, sifat, atau kegiatannya, akan selesai dalam kurun waktu tertentu, yaitu:</p>
<ul>
<li>Pekerjaan yang sifatnya sementara atau sekali selesai</li>
<li>Pekerjaan yang penyelesaiannya diperkirakan dalam waktu paling lama tiga tahun</li>
<li>Pekerjaan yang bersifat musiman</li>
<li>Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam masa percobaan</li>
</ul>
<p>Pasal 64 UU Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa karyawan yang dibuat secara tertulis—yang mana merupakan dasar praktik outsourcing di Indonesia.</p>
<p>Menurut Pasal 65 Ayat (2) UU Ketenagakerjaan, berikut adalah syarat-syarat pekerjaan yang bisa diserahkan oleh perusahaan kepada perusahaan lain:</p>
<ul>
<li>Dilakukan secara terpisah dari kegiatan utama</li>
<li>Dilakukan dengan perintah langsung atau tidak langsung dari pemberi pekerjaan.</li>
<li>Merupakan kegiatan penunjang perusahaan secara keseluruhan.</li>
<li>Tidak menghambar proses produksi.</li>
<li>Secara lebih spesifik lagi, Pasal 66 UU Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan kegiatan penunjang adalah kegiatan yang berada di luar usaha pokok perusahaan.</li>
</ul>
<p>Yakni usaha <a href="https://ppbm.co.id/jasa-cleaning-service-jakarta/"><strong>pelayanan kebersihan (cleaning service)</strong></a><strong>,<a href="https://ppbm.co.id/security-guard"> tenaga pengaman (security)</a>,</strong> <a href="https://ppbm.co.id/labor-supply/"><strong>usaha jasa telemarketing, call center hingga driver.</strong></a></p>
<h2>Perbedaan Bentuk Perjanjian Karyawan Kontrak Dan Outsourcing</h2>
<p>PKWT harus dibuat secara tertulis, yakni menggunakan Bahasan Indonesia dan huruf latin. Apabila tidak dibuat secara tertulis, maka akan dinyatakan sebagai Perjanjian Pekerjaan untuk Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).</p>
<p>Karena sistem kerjanya kontrak, PKWT <strong>tidak diperbolehkan melakukan masa percobaan kerja</strong> terhadap karyawannya.</p>
<p>Selain surat perjanjian, PKWT juga wajib tercatat di instansi setempat yang bertanggung jawab pada bidang ketenagakerjaan maksimal tujuh hari setelah penandatanganan perjanjian.</p>
<p>Sedangkan, dalam sistem kerja outsourcing, tidak disebutkan secara eksplisit tentang adanya keharusan untuk membuat perjanjian secara tertulis. Namun, idealnya perusahaan tetap harus membuatnya.</p>
<p>Sama seperti PKWT, perjanjian karyawan outsourcing juga harus didaftarkan kepada instansi setempat yang bertanggung jawab pada bidang ketenagakerjaan, yakni maksimal tiga puluh hari kerja sejak penandatanganan perjanjian.</p>
<p>Apabila tidak dicatatkan, instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan provinsi berhak mencabut izin operasional berdasarkan rekomendasi dari instansi setempat yang bertanggung jawab.</p>
<p><a href="https://ppbm.co.id/">PT Perdana Prima Bhakti Mandiri</a> hadir sebagai solusi atas permintaan yang tinggi akan tenaga kerja <a href="https://ppbm.co.id/jasa-outsourcing-jakarta">outsourcing</a> untuk semua bidang usaha. Kami menyediakan layanan dan SDM yang terlatih dan profesional.</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/beda-outsourcing-dan-kontrak/">Perbedaan Karyawan Kontrak dan Outsourcing</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ppbm.co.id/beda-outsourcing-dan-kontrak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Melamar Kerja agar dilirik HRD</title>
		<link>https://ppbm.co.id/tips-melamar-kerja-agar-dilirik-hrd/</link>
					<comments>https://ppbm.co.id/tips-melamar-kerja-agar-dilirik-hrd/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ppbm]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Mar 2023 04:12:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[seputar dunia kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Outsourcing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ppbm.co.id/?p=6610</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika melamar pekerjaan, salah satu berkas penting yang harus dipersiapkan adalah surat lamaran pekerjaan. Surat...</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/tips-melamar-kerja-agar-dilirik-hrd/">Tips Melamar Kerja agar dilirik HRD</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika melamar pekerjaan, salah satu berkas penting yang harus dipersiapkan adalah surat lamaran pekerjaan. Surat lamaran kerja yang dilampirkan harus mampu memberikan kesan pertama yang baik dan bertahan lama di benak HRD atau recruiter.</p>
<p><strong>Pengertian Surat Lamaran Kerja</strong></p>
<p>Surat lamaran kerja adalah surat yang dibuat oleh seseorang dan ditujukan kepada sebuah instansi atau perusahaan dengan maksud untuk melamar pekerjaan di instansi atau perusahaan tersebut.</p>
<p><strong>Perbedaan Surat Lamaran Kerja dan CV (Curriculum Vitae)</strong></p>
<p>Biasanya surat lamaran kerja terdiri dari pembuka, perkenalan dan data diri singkat, maksud dan tujuan dibuatnya surat lamaran pekerjaan tersebut, daftar lampiran berkas dan penutup.</p>
<p>Surat Lamaran kerja bisa dibilang merupakan salah satu bentuk komunikasi antara dua orang dalam proses melamar pekerjaan.</p>
<p>Sedangkan CV (Curriculum Vitae) adalah daftar riwayat hidup yang berisikan perjalanan hidup seseorang yang dilihat dari pendidikan dan pekerjaan yang sudah pernah.</p>
<p><strong>Tips Membuat Surat Lamaran Kerja</strong></p>
<p>Berikut 6 tips cara membuat surat lamaran kerja yang baik dan benar.</p>
<ol>
<li>Riset tentang perusahaan dan posisi yang dilamar</li>
</ol>
<p>Sebelum menulis surat lamaran, sebaiknya Anda riset terlebih dahulu mengenai perusahaan yang dilamar. Hal ini bertujuan untuk membantu Anda membandingkan kualifikasi dan pengalaman yang dicantumkan serta mengetahui data-data apa saja yang diperlukan untuk melamar pekerjaan tersebut.</p>
<p>Selain itu Anda juga harus mengetahui seluk beluk tentang perusahaan, yang nanti akan membantu Anda ketika proses interview.</p>
<ol>
<li>Sebutkan Skill dan Kemampuan<br />
Anda bisa menyebutkan skill dan kemampuan yang Anda punya. Sebaiknya skill dan kemampuan tersebut sesuai dengan posisi yang Anda lamar. Sehingga Anda akan mendapatkan nilai positif dari <em>recruiter.</em>Pastikan skill tersebut memang Anda miliki, tidak dibuat-buat.</li>
<li>Menggunakan Tata Bahasa Yang baik dan Benar<br />
Tips ketiga adalah menggunakan bahasa yang baik dan benar ketika menulis surat lamaran kerja. Jika menggunakan bahasa Indonesia, maka gunakan bahasa yang sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI).Hindari penulisan dengan singkatan, seperti: yg, org, dan lainnya. Jika menggunakan bahasa Inggris, maka gunakan bahasa Inggris untuk bisnis atau profesional.</li>
<li>Format Penulisan yang Rapi dan tidak bertele-tele<br />
Pastikan Anda menggunakan format penulisan yang normal. Seperti penggunaan font standar Times new roman, Arial atau Calibri dengan ukuran sebesar 10 dan 12. Jangan menggunakan banyak animasi yang hanya akan membuat <em>recruiter</em> bingung.</li>
</ol>
<p>Surat lamaran kerja juga sebaiknya dibuat secara ringkas tapi mencakup semua poin-poin yang bisa menggambarkan seperti apa diri Anda.</p>
<p>Tidak perlu bertele-tele, karena akan menghilangkan minat dari <em>recruiter.</em></p>
<ol>
<li>Lampirkan Surat Pendukung</li>
</ol>
<p>Jika Anda mempunyai surat pendukung seperti sertifikat, piagam penghargaan dan sejenisnya yang berhubungan dengan posisi yang Anda lamar, maka tidak ada salahnya Anda juga mencantumkan informasi tersebut.</p>
<p>Bisa saja surat pendukung seperti itu akan menjadi poin tambahan bagi <em>recruiter</em> untuk merekrut Anda menjadi karyawan.</p>
<ol>
<li>Lakukan Editing<br />
Setelah surat lamaran kerja dibuat, tahap akhirnya adalah proses editing. Pastikan tidak ada penulisan yang <em>typo, </em>atau kesalahan dalam memilih kata bahkan kesalahan dalam membuat nama perusahaan dan posisi kerja yang dilamar.</li>
</ol>
<p>Anda bisa meminta bantuan teman dekat untuk melakukan pengecekan ini, agar lebih maksimal.</p>
<h3>Surat lamaran kerja dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu bagian pembuka, isi dan penutup.</h3>
<p>Bagian pembuka atau paragraf pertama diisi dengan informasi di mana Anda melihat informasi lowongan dan ketertarikan Anda terhadap posisi kerja yang dilamar.</p>
<p>Kemudian di paragraf selanjutnya atau bagian isi Anda bisa mengisinya dengan informasi-informasi lengkap mengenai diri Anda, termasuk skill-skill yang Anda miliki.</p>
<p>Dan di paragraf penutup, Anda bisa mengisinya dengan ucapan terima kasih dan memberikan kontak yang bisa dihubungi untuk informasi lebih lanjut. Dan dibagian bawah, Anda bisa melengkapinya dengan nama lengkap beserta tanda tangan Anda.</p>
<p>Itu dia penjelasan tentang surat lamaran kerja, tips dan contoh surat lamaran kerja yang baik dan benar. Anda bisa mencobanya ketika melamar kerja di <a href="http://ppbm.co.id/">PPBM</a> ya. Selamat mencoba.</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/tips-melamar-kerja-agar-dilirik-hrd/">Tips Melamar Kerja agar dilirik HRD</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ppbm.co.id/tips-melamar-kerja-agar-dilirik-hrd/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Collection di Bank, Jenis dan Tugasnya</title>
		<link>https://ppbm.co.id/field-collection-dan-desk-collection/</link>
					<comments>https://ppbm.co.id/field-collection-dan-desk-collection/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ppbm]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2023 07:54:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[seputar dunia kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Labor Supply]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Outsourcing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ppbm.co.id/?p=6583</guid>

					<description><![CDATA[<p>Secara umum, field collection juga sama dengan desk collection. Keduanya memiliki kewajiban untuk menagih debitur. Desk collection bergerak dari...</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/field-collection-dan-desk-collection/">Tim Collection di Bank, Jenis dan Tugasnya</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Secara umum, <em>field collection </em>juga sama dengan <em>desk collection</em>. Keduanya memiliki kewajiban untuk menagih debitur. <em>Desk collection </em>bergerak dari balik meja dengan menelpon pelanggan yang belum membayar. Bedanya, <em>field collection </em>mendatangi tempat debitur. Jika ada grosir/retailer yang tidak bisa melunasi pembayaran dalam jangka waktu tertentu, maka mereka akan didatangi petugas <em>Field Collector.</em></p>
<p>Petugas FC biasanya melakukan serangkaian kewajiban mulai dari menagih debitur, mengirimkan surat peringatan (SP) kepada konsumen yang membandel, dan lainnya. Biasanya, pekerjaan ini kerap dibutuhkan oleh beberapa jenis perusahaan yang berhubungan dengan penagihan seperti perusahaan <em>fast moving consumer goods</em> (FMCG), distributor, dan sebagainya.</p>
<p>Secara rinci, berikut ini kami jelaskan tentang Job Description Collection :</p>
<ol>
<li>Melakukan reminder atau kunjungan terhadap Debitur yang akan jatuh tempo maupun yang telah jatuh tempo.</li>
<li>Memastikan bekerja sesuai dengan kode etik penagihan &amp; peraturan yang berlaku.</li>
<li>Menjaga dan membina hubungan baik dengan anggota departemen atau unit terkait (<em>team work</em>) agar tercipta suasana kerja yang nyaman sehingga kinerja dapat ditingkatkan.</li>
<li>Mengikuti semua petunjuk dan arahan dari atasan bagi perbaikan kualitas penagihan dan pencapalan target yang telah ditetapkan.</li>
<li>Membantu bersama atasan dalam rangka penciptaan team work yang solid.</li>
<li>Menjaga nama baik Instansi dalam rangka pelaksanaan akitivitas penagihan kepada Debitur.</li>
</ol>
<p><a href="https://ppbm.co.id/">PT Perdana Prima Bhakti Mandiri</a> hadir sebagai solusi <a href="https://ppbm.co.id/jasa-outsourcing-pangkas-biaya-operasional/"><strong>Perusahaan Penyedia Jasa Outsourcing</strong></a> atas permintaan yang tinggi akan tenaga kerja <a href="https://ppbm.co.id/jasa-outsourcing-jakarta">outsourcing</a> untuk semua bidang usaha. Kami menyediakan layanan dan SDM yang terlatih dan profesional.</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/field-collection-dan-desk-collection/">Tim Collection di Bank, Jenis dan Tugasnya</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ppbm.co.id/field-collection-dan-desk-collection/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>12</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SGP dan SGK, apakah perbedaan dan tugasnya?</title>
		<link>https://ppbm.co.id/sgp-dan-sgk-apakah-perbedaan-dan-tugasnya/</link>
					<comments>https://ppbm.co.id/sgp-dan-sgk-apakah-perbedaan-dan-tugasnya/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ppbm]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2023 08:47:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[seputar dunia kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Labor Supply]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Outsourcing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ppbm.co.id/?p=6581</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam industri perbankan, tidak asing lagi dengan istilah SGP dan SGK. Namun apakah arti sebenarnya...</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/sgp-dan-sgk-apakah-perbedaan-dan-tugasnya/">SGP dan SGK, apakah perbedaan dan tugasnya?</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam industri perbankan, tidak asing lagi dengan istilah SGP dan SGK. Namun apakah arti sebenarnya dari SGP dan SGK? Berikut ini kami paparkan penjelasannya.</p>
<p>SGP adalah <strong>Sales Generalist Productive</strong>. Secara umum, SGP tugasnya adalah melakukan kegiatan Sales dan Marketing, khususnya untuk produk-produk retail Bank (<strong>KUM, KUR, Akuisisi Agent, Funding,</strong> e-Banking dan produk lainnya yang ditetapkan oleh Bank), baik out branch selling maupun in-branch selling dengan bekeriasama dengan tim Cabang lainnya.</p>
<p>Sedangkan SGK adalah <strong>Sales Generalist Konsumtif</strong>. Tugas dari SGK adalah melakukan kegiatan pemasaran produk konsumtif yaitu <strong>KPR, KSM, Kartu Kredit, Rekening CASA dan produk e-Bank </strong>dengan tetap memperhatikan target sesuai Grade Sales.</p>
<p>Secara lengkap, berikut ini adalah Job Description atau tugas dari <strong>SGP (Sales Generalist Productive)</strong> adalah<strong> :</strong></p>
<ol>
<li>Melakukan kegiatan Sales dan Marketing, khususnya untuk produk-produk retail Bank (<strong>KUM, KUR, Akuisisi Agent, Funding,</strong> e-Banking dan produk lainnya yang ditetapkan oleh Bank), baik out branch selling maupun in-branch selling dengan bekeriasama dengan tim Cabang lainnya.</li>
<li>Menyusun daftar rencana kunjungan secara harian, mingguan dan bulanan dengan berkoordinasi dengan Branch Manager/MBM/Penyedia Unit.</li>
<li>Melakukan one-on-one meeting secara berkala, melaporkan progress kinerja periode sebelumnya serta rencana aktivitas secara berkala tersebut dengan Branch Manager/BM/Penyelia Unit.</li>
<li>Memberikan informasi / penjelasan produk dan jasa lainnya kepada Nasabah sesuai dengan kewenangan dan ketentuan yang berlaku.</li>
<li>Mengadministrasikan seluruh dokumen Nasabah dan menjaga kerahasiaan Nasabah sesuai ketentuan.</li>
<li>Melaksanakan manajemen risiko operasional untuk setiap bisnis proses yang dilakukan yaitu melakukan identifikasi, penilaian, pemantauan, pengendalian &amp; mitigasi risiko operasional termasuk kualitas data dan pelaporan dimana terjadinya risk event sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bank serta menjadi role model dalam konteks penerapan Control operasional.</li>
</ol>
<p>Sementara itu, berikut ini adalah Job Description dari <strong>SGK (Sales Generalist Konsumtif) </strong>:</p>
<ol>
<li>Melakukan kegiatan pemasaran produk konsumtif yaitu <strong>KPR, KSM, KK, Rekening CASA</strong> dengan tetap memperhatikan target sesuai Grade Sales.</li>
<li>Membantu Bank dalam meningkatkan bisnis Cabang secara professional sesuai ketentuan.</li>
<li>Menjaga rahasia Bank dengan tidak memberikan keterangan dalam bentuk apapun dan kepada siapapun tentang hal &#8211; hal yang bersifat rahasia atau yang sepatutnya dirahasiakan dari apa yang diketahui tau sepatutnya diketahui tapa persetujuan tertulis terlebin dahulu dari Bank serta menjalankan budaya kerja Bank.</li>
<li>Menyusun Daftar Rencana Kunjungan Harian, Mingguan dan Bulanan, berkoordinasi dengan Sales Manager di Cabang (dalam hal ini dengan Branch Sales Manager / Branch sales Supervisor dan jika tidak ada jabatan dimaksud di cabang maka berkoordiasi dengan Branch Manager).</li>
<li>Membantu (calon) Nasabah dalam memeriksa kelengkapan dokumen produk/layanan Bank.</li>
</ol>
<p><a href="https://ppbm.co.id/">PT Perdana Prima Bhakti Mandiri</a> hadir sebagai solusi <a href="https://ppbm.co.id/jasa-outsourcing-pangkas-biaya-operasional/"><strong>Perusahaan Penyedia Jasa Outsourcing</strong></a> atas permintaan yang tinggi akan tenaga kerja <a href="https://ppbm.co.id/jasa-outsourcing-jakarta">outsourcing</a> untuk semua bidang usaha. Kami menyediakan layanan dan SDM yang terlatih dan profesional.</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/sgp-dan-sgk-apakah-perbedaan-dan-tugasnya/">SGP dan SGK, apakah perbedaan dan tugasnya?</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ppbm.co.id/sgp-dan-sgk-apakah-perbedaan-dan-tugasnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membangun Komunikasi di Tempat Kerja</title>
		<link>https://ppbm.co.id/komunikasi-di-tempat-kerja/</link>
					<comments>https://ppbm.co.id/komunikasi-di-tempat-kerja/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ppbm]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2022 07:50:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[seputar dunia kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ppbm.co.id/?p=6367</guid>

					<description><![CDATA[<p>Komunikasi dapat terjadi ketika Anda mempunyai lawan bicara. Di lingkungan kerja, yang menjadi lawan bicara...</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/komunikasi-di-tempat-kerja/">Membangun Komunikasi di Tempat Kerja</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Komunikasi dapat terjadi ketika Anda mempunyai lawan bicara. Di lingkungan kerja, yang menjadi lawan bicara Anda adalah rekan kerja dan atasan yang selalu Anda jumpai setiap hari. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk dapat membangun komunikasi yang sehat di tempat kerja agar proses kerja antar anggota tim menjadi lebih lancar. Berikut ini tips membangun komunikasi yang sehat di tempat kerja.<span style="font-size: 9px; color: #ffffff;">Membangun Komunikasi di Tempat Kerja</span></p>
<h3><strong>1. Membuat Forum Diskusi</strong></h3>
<p>Diskusi merupakan salah satu bentuk berkomunikasi di tempat kerja yang umum dilakukan. Anda bisa saling bertukar pikiran dalam mencari sebuah solusi atas penyelesaian sebuah proyek. Dengan adanya diskusi, kerja sama di dalam tim menjadi lebih solid serta terjalinnya ikatan rekan kerja yang kuat. Diskusi juga dapat menyatukan perbedaan pendapat menjadi sebuah <em><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Brainstorming">brainstorm</a> </em>ide yang unik dan inovatif.</p>
<h3><strong>2. Menghindari Konflik</strong></h3>
<p>Konflik merupakan hal yang lumrah di dunia kerja. Kehadiran konflik dapat membuat situasi bekerja menjadi canggung dan tidak nyaman. Hal tersebut dapat terjadi apabila timbulnya kesalahpahaman ataupun kesalahan dalam pengucapan kata yang dapat menyinggung orang lain. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindarilah konflik dengan membangun komunikasi yang positif, jelas, dan mudah dipahami. Perhatikan juga cara penyampaian kalimat yang akan Anda sampaikan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.</p>
<p>baca juga : <a href="https://ppbm.co.id/etika-meeting-rapat-kerja/">Etika Meeting yang harus diperhatikan</a></p>
<h3><strong>3. Terbuka terhadap <em>Feedback</em></strong></h3>
<p>Perusahaan merupakan tempat untuk Anda tumbuh dan mengembangkan skill yang Anda punya, baik itu <a href="https://ppbm.co.id/cleaning-service-bank-mandiri/"><em>soft skill</em> maupun <em>hard skill</em></a>. Oleh karena itu, kritik dan saran dari orang-orang yang bekerja bersama Anda akan membantu Anda untuk tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik saat menjalin komunikasi di tempat kerja.</p>
<h3><strong>4. Menjadi Pendengar yang Baik untuk Rekan Kerja</strong></h3>
<p>Komunikasi di tempat kerja tidak hanya berdasarkan apa yang ingin Anda sampaikan. Namun, Anda juga harus mendengarkan apa yang rekan atau atasan Anda ingin sampaikan. Kebanyakan orang lebih suka untuk berbicara dan menyatakan apa yang ingin dia sampaikan, namun sedikit yang ingin mendengarkan orang lain. Oleh karena itu, Anda dapat membangun komunikasi yang sehat dengan mendengarkan orang lain sebagai bentuk perhatian Anda terhadap mereka.</p>
<h3><strong>5. Menciptakan Komunikasi di tempat kerja yang efektif</strong></h3>
<p>Komunikasi yang terlalu bertele-tele dan tidak tepat sasaran akan membuat tujuan yang Anda ingin sampaikan menjadi sulit dipahami dan dimengerti. Hindari cara berkomunikasi yang tidak efektif agar siapapun yang mendengar Anda akan menangkap pesan yang ingin Anda sampaikan.</p>
<h3><strong>6. Mengkombinasikan Mengombinasikan Komunikasi Verbal dan Non-verbal</strong></h3>
<p>Membangun komunikasi di tempat kerja memang rasanya tidak semudah yang dibayangkan. Namun untuk membangun komunikasi di tempat kerja yang baik, seorang komunikator diharuskan untuk mampu menggabungkan kemampuan komunikasi verbal dan non-verbal pada saat yang bersamaan. Gerakan nonverbal, seperti mengangguk, tersenyum, dan sikap duduk Anda ketika mendengarkan, sangat mendukung terwujudnya cara komunikasi yang efektif.</p>
<h3><strong>7. Mendengarkan dengan Aktif</strong></h3>
<p>Menjadi seorang komunikator untuk membangun suasana komunikasi di tempat kerja yang baik itu tidak melulu harus didengarkan. Sebaliknya, seorang komunikator juga harus bisa menjadi pendengar yang baik dan aktif. Anda harus bisa memahami segala jenis komunikasi yang ada di lingkungan kerja Anda. Menjadi pendengar yang aktif adalah sebuah proses komunikasi yang dapat membantu Anda dalam keseharian.</p>
<h3><strong>8. Memberikan Informasi yang Jelas</strong></h3>
<p>Untuk membangun komunikasi di tempat kerja yang baik, proses komunikasi biasanya melibatkan penyampaian informasi dari satu orang ke orang lain. Maka dari itu, Anda perlu belajar untuk dapat menyampaikan segala informasi dengan akurat dan jelas. Hal ini harus dilakukan agar Anda dapat meminimalisir dan terhindar dari kesalahpahaman yang akan berujung pada konflik antar rekan kerja.</p>
<h3><strong>9. Tegas, jujur dan terbuka</strong></h3>
<p>Ketegasan dapat membuat komunikasi yang terjalin menjadi lebih jelas dan membantu Anda dalam meningkatkan rasa percaya diri serta kemampuan dalam mengambil keputusan. Selalu ingat bahwa komunikasi di tempat kerja yang efektif bukan tentang memenangkan argumen atau memaksakan pendapat Anda kepada orang lain.</p>
<p>Sebaliknya, ketegasan dapat Anda tunjukkan dengan mengeluarkan ide dan perasaanmu secara jujur dan terbuka, serta mempertahankan sudut pandang saat berkomunikasi dengan tetap menghormati rekan kerja dan menerima pendapat serta perspektif mereka.</p>
<h3><strong>10. Pilih Media untuk Berkomunikasi dengan Tepat</strong></h3>
<p>Dalam sebuah lingkungan kerja, komunikasi yang terjalin dilakukan dengan berbagai macam media, seperti tatap muka secara langsung, melalui pesan singkat, video, dan email. Agar setiap komunikasi di berbagai media tetap dapat berjalan dengan efektif, usahakan untuk selalu memilih media untuk menjalin komunikasi di tempat kerja dengan tepat.</p>
<p>Pertimbangkan beberapa hal seperti tingkat urgensi topik, ukuran masalah atau pertanyaan yang ingin diajukan, berapa banyak orang yang terlibat dan seberapa formal topik tersebut untuk memutuskan medium komunikasi mana yang terbaik.</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/komunikasi-di-tempat-kerja/">Membangun Komunikasi di Tempat Kerja</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ppbm.co.id/komunikasi-di-tempat-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Istilah Reimbursement</title>
		<link>https://ppbm.co.id/reimbursement-adalah/</link>
					<comments>https://ppbm.co.id/reimbursement-adalah/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ppbm]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2022 07:36:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[seputar dunia kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ppbm.co.id/?p=6365</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa itu Reimbursement? Reimburse atau reimbursement merupakan kompensasi dari perusahaan yang dikeluarkan dalam jumlah tertentu...</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/reimbursement-adalah/">Mengenal Istilah Reimbursement</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Apa itu Reimbursement?</strong></h2>
<p>Reimburse atau reimbursement merupakan kompensasi dari perusahaan yang dikeluarkan dalam jumlah tertentu kepada karyawan yang sebelumnya menggunakan uang pribadinya untuk suatu keperluan yang berkaitan dengan perusahaan.</p>
<p>Jika ada suatu keperluan mendadak yang menyangkut kepentingan perusahaan dan mengharuskan Anda mengeluarkan uang pribadi Anda terlebih dahulu, maka Anda dapat mengajukan reimbursement kepada perusahaan.</p>
<p>Selanjutnya, perusahaan akan memberikan uang ganti rugi kepada Anda sesuai dengan persyaratan yang pada umumnya berlaku, yakni harus disertakan dengan bukti pembayaran, invoice atau bukti lainnya. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua uang yang terpakai dari kantong pribadi dapat di-reimburse oleh perusahaan.</p>
<p>Perlu diketahui juga bahwa ada beberapa kebijakan terkait reimburse pada masing-masing perusahaan. Jadi, Anda harus benar-benar paham dengan kebijakan reimburse yang berlaku pada perusahaan Anda saat hendak mengajukannya.</p>
<h2><strong>Hal-hal </strong><strong>Apa Saja yang Dapat Di-Reimburse?</strong></h2>
<p>Setelah paham apa itu reimburse, sekarang Anda harus memahami hal-hal apa saja yang dapat di-reimburse, meski masing-masing perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda dalam penerapannya.</p>
<p>Terlepas dari itu, di bawah ini kami paparkan beberapa bentuk pengeluaran yang umumnya dapat diajukan <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Reimbursement">reimburse</a>:</p>
<p><strong>1. Penggantian Biaya Perjalanan</strong></p>
<p>Dalam dunia bisnis, menjalin hubungan dengan perusahaan atau pihak lain sangat dianjurkan. Nah, biasanya karyawan pilihan akan diperintahkan oleh perusahaan untuk melakukan perjalanan bisnis.</p>
<p>Saat melakukan perjalanan bisnis pastinya Anda akan mengeluarkan beberapa biaya, seperti tiket transportasi, akomodasi, makan dan lain sebagainya.</p>
<p>Hal seperti itu dapat Anda ajukan sebagai reimbursement kepada perusahaan. Namun, tetap perlu diingat bahwa tidak semua perusahaan menerapkan jenis reimbursement yang sama, termasuk dalam hal penggantian biaya perjalanan. Tidak sedikit perusahaan yang kini telah memberikan tunjangan transportasi kepada karyawannya.</p>
<p><strong>2. Pengganti Biaya Bisnis</strong></p>
<p>Dalam dunia bisnis, ada beberapa biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Di antara biaya-biaya yang sudah dianggarkan dengan baik, kemungkinan ada biaya bisnis lain yang tanpa disengaja harus dikeluarkan oleh karyawan.</p>
<p>Sebagai karyawan, Anda dapat mengajukan penggatian biaya bisnis jika uang yang digunakan adalah uang pribadi. Adapun jenis pengeluaran yang dapat Anda klaim ke perusahaan seperti biaya pulsa pribadi untuk menelepon klien, pembelian perlengkapan kantor, program seminar atau pelatihan karyawan, biaya sewa tempat dan lain sebagainya.</p>
<p>Penting untuk diingat, sertakan data yang lengkap saat mengajukan reimburse. Anda dapat menyertakan data seperti total biaya yang dikeluarkan, tanggal dan hari pengeluaran serta keterangan pengeluaran yang dilakukan.</p>
<p><strong>3. Pengganti Biaya Kesehatan</strong></p>
<p>Meskipun banyak perusahaan yang telah memberikan jaminan kesehatan kepada karyawannya melalui tunjangan BPJS Ketenagakerjaan, namun masih ada beberapa perusahaan yang tetap menyediakan reimbursement dalam bidang kesehatan.</p>
<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large">Perusahaan menyediakan reimbursement dalam kesehatan pada karyawannya ketika terjadi pengeluaran biaya untuk kesehatan, perawatan maupun obat-obatan.</figure>
</div>
<h2>Apa Saja <strong>Tips Pengajuan Reimbursement</strong></h2>
<p>Sebelum mengajukan reimburse, ada baiknya Anda mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dengan baik. Dokumen yang telah Anda kumpulkan dapat dijadikan bukti yang sah untuk mendapatkan reimbursement. Jangan sampai kecewa di belakang hanya karena dokumen yang tidak lengkap atau ada langkah pengajuan yang salah.</p>
<p>Nah, agar reimbursement Anda cepat mendapatkan persetujuan, simak tips pengajuan reimbursement berikut ini:</p>
<h3><strong>1. Siapkan Dokumen Penunjang Reimbursement</strong></h3>
<p>Dokumen merupakan hal penting yang harus Anda persiapkan dengan baik. Jangan sampai pada hari di mana Anda melakukan pengajuan, dokumen yang dibutuhkan malah hilang entah di mana.</p>
<p>Pastikan dengan benar dokumen yang diperlukan sudah dipersiapkan. Dokumen tersebut di antaranya adalah bukti pembelian atau pembayaran, invoice dan lain sebagainya.</p>
<p>Kumpulkan dokumen-dokumen yang asli, bukan salinan atau bahkan palsu. Simpanlah segala macam bentuk bukti terkait pembayaran yang Anda lakukan dengan baik, rapi dan mudah dicari.</p>
<h3><strong>2. Ajukan Reimbursement Secepatnya</strong></h3>
<p>Mempercepat proses reimbursement adalah hal yang sangat penting. Hal ini terkait dengan waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan penggantian uang yang mungkin saja membutuhkan waktu lama.</p>
<p>Perusahaan tentunya membutuhkan waktu untuk memproses pengajuan <a href="https://ppbm.co.id/tentang-ppbm/"><em>reimburse</em></a> karena bisa jadi tidak satu atau dua orang saja yang melakukan hal serupa.</p>
<p>Segeralah melakukan pengajuan jika perusahaan sudah menetapkan batas waktu mengajukan penggantian uang pribadi Anda. Selain untuk memenuhi batas waktu yang diberikan oleh perusahaan, tidak menunda-nunda pengajuan juga dapat meminimalisir hilangnya dokumen dan bukti pembayaran.</p>
<h3><strong>3. Pahami Syarat dan Prosedur Pengajuan</strong></h3>
<p>Tips pengajuan reimburse berikutnya adalah memahami syarat dan prosedur pengajuan pada perusahaan Anda bekerja. Pasalnya, setiap perusahaan memiliki prosedur dan syarat yang berbeda.</p>
<p>Baca dan pahami dengan baik syarat dan prosedur yang harus dilakukan. Hal tersebut akan memudahkan reimbursement Anda dipenuhi perusahaan. Jika proses pengajuan dan dokumen yang Anda berikan tidak memenuhi syarat dan prosedur yang benar, kemungkinan besar permintaan ganti rugi yang Anda ajukan akan hangus. Oleh karena itu, pastikan dengan baik bahwa Anda paham terlebih dahulu syarat dan prosedur yang belaku saat pengajuaan.</p>
<h3><strong>4. Teliti Kembali Apa yang Diajukan</strong></h3>
<p>Sikap kehati-hatian dan ketelitian patut Anda kembangkan saat akan melakukan pengajuan reimbursement. Lakukan pengecekan ulang dengan teliti terkait jumlah uang yang perlu diganti oleh perusahaan. Pastikan semua jumlah biaya yang Anda talangi terdokumentasi semuanya.</p>
<p>Hindari pengajuan multiple reimburse, di mana pembayaran yang dilakukan sama sekali tidak berhubungan dengan kepentingan perusahaan. Pasalnya,  hal tersebut akan dicatat sebagai tindakan curang oleh perusahaan.</p>
<h3><strong>5. Pastikan Pemberian </strong><strong>S</strong><strong>esuai dengan Pengajuan Reimburse</strong></h3>
<p>Apabila pengajuan Anda telah disetujui dan dibayarkan oleh perusahaan, cobalah untuk menghitung kembali uang tersebut. Jika Anda mendapati kekurangan pada pemberian pengembalian atau uang yang Anda terima tidak sesuai dengan pengajuan, Anda dapat melakukan pengajuan kembali ke perusahaan dengan menyerahkan bukti pembayaran yang ada.</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/reimbursement-adalah/">Mengenal Istilah Reimbursement</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ppbm.co.id/reimbursement-adalah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>123</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KPI Key Performance Indicator Definisi &#038; Penerapannya</title>
		<link>https://ppbm.co.id/kpi-key-performance-indicator-definisi-penerapannya/</link>
					<comments>https://ppbm.co.id/kpi-key-performance-indicator-definisi-penerapannya/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ppbm]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2022 07:19:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[seputar dunia kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ppbm.co.id/?p=6363</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pengertian KPI Key Performance Indicator adalah alat pengambilan keputusan yang berguna karena KPI dapat memudahkan...</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/kpi-key-performance-indicator-definisi-penerapannya/">KPI Key Performance Indicator Definisi &#038; Penerapannya</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="entry-header">
<p class="article-infos">Pengertian <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Performance_indicator"><strong>KPI <em>Key Performance Indicator</em></strong></a> adalah alat pengambilan keputusan yang berguna karena KPI dapat memudahkan perusahaan dalam mengukur kinerja individual serta membantu mengevaluasi kinerja organisasi itu sendiri untuk mencapai tujuan visi strategi yang dimiliki.</p>
</div>
<div class="entry-content static-content">
<h2>Menetapkan KPI Key Performance Indicator</h2>
<p>Sebuah KPI dapat dikatakan tepat bila memiliki indikator SMART di dalamnya. Apa itu SMART? <em><strong>Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Timebound</strong></em></p>
<ul>
<li><em><strong>Specific</strong> </em>(Spesifik): Menjelaskan secara rinci mengenai apa saja yang diukur dalam indikator kinerja utama dan menjelaskan mengapa indikator kinerja tersebut penting</li>
<li><em><strong>Measurable</strong> </em>(Terukur): KPI harus dapat diukur dengan standar yang ditentukan</li>
<li><strong><em>Achievable </em></strong>(Tercapai): KPI harus dapat tercapai atau direalisasikan oleh semua pihak dalam kesepakatan kerja</li>
<li><em><strong>Relevant</strong> </em>(Sesuai): Dalam mencapai sebuah <em>goal,</em> harus sesuai dengan visi dan misi yang telah terintegrasi dalam strategi bisnis Anda</li>
<li><em><strong>Timebound</strong> </em>(Batas Waktu): <em>Key Performance Indicator </em>yang ditetapkan dapat dicapai dalam batas waktu yang ditentukan</li>
</ul>
<p>Pada dasarnya, membuat <em>Key Performance Indicator</em> yang sesuai dengan indikator SMART sangatlah sederhana dan mudah diterapkan. Berikut ini 5 langkah sederhana yang bisa Anda gunakan untuk membuat indikator kinerja utama.</p>
<h3>1. Mempunyai tujuan yang jelas</h3>
<p>Sebuah indikator kinerja utama harus mempunyai panduan yang jelas dan membuat siapapun yang membaca atau menghitungnya dapat menafsirkan data dengan benar. Contoh KPI yang jelas seperti jika tujuan bisnis sebuah organisasi/perusahaan adalah menjadi &#8216;pemimpin pasar&#8217;, maka tujuan KPI yang bisa ditetapkan adalah &#8216;meningkatkan pendapatan sebesar 10%&#8217; atau &#8216;memperluas jangkauan area pemasaran produk kami di Asia Tenggara&#8217;.</p>
<p><strong>Tujuan dari KPI</strong> harus bersifat jelas dan strategis. Strategis yang dimaksud merujuk kepada bagaimana strategi yang ingin dicapai dan diukur dapat menilai bagaimana sebuah organisasi mengeksekusi visi dan misi yang dimiliki.</p>
<h3>2. Buat tujuan yang ingin dicapai secara garis besar</h3>
<p>Apa targetnya? Apakah itu bisa dicapai? Kapan target harus tercapai? Bagaimana cara mengukur progres strategi yang sudah dijalankan? Apakah strategi yang digunakan akan mempengaruhi keuangan organisasi/perusahaan? Target harus realistis, perubahan proses bisnis membutuhkan waktu untuk diterapkan. Pada tahap awal pemantauan KPI, sebaiknya fokus pada target jangka panjang dengan pemantauan jangka menengah. <a href="https://www.sodexo.co.id/produktivitas-yang-efektif-dan-efisien-yang-perlu-anda-ketahui/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ffffff; font-size: 9px;">Produktivitas yang Efektif dan Efisien yang Perlu Anda Ketahui</span></a></p>
<h3>3. Mengumpulkan data</h3>
<p>Pengukuran KPI merupakan pengukuran yang bersifat kuantitatif. Oleh karena itu, dalam menentukan <em>Key Performance Indicator </em>memerlukan data konkret dan valid. Hal ini dapat membantu pengukuran indikator secara tepat dan akurat.</p>
<h3>4. Buat rumus KPI Key Performance Indicator</h3>
<p>Beberapa KPI hanya berisi satu metrik atau ukuran saja. Namun sebagian besar mengandalkan kombinasi yang disatukan dalam satu rumus terhitung. Misalnya, KPI yang mengukur produktivitas dalam pendapatan dari penjualan produk akan terlihat seperti ini: Pendapatan Total dibagi dengan jumlah total produk. Buatlah rumus yang sesuai dan selalu uji rumus tersebut untuk melihat apakah hasil yang didapat sesuai dengan realisasi atau tidak.</p>
<h3>5. Menyajikan KPI</h3>
<p>Untuk mengkomunikasikan <em>Key Performance Indicator</em> Anda secara efisien, Anda perlu menerjemahkan data ke dalam visual yang mudah dipahami seperti grafik dan bagan. Berikan pengarahan terhadap seluruh karyawan tentang proses penghitungan KPI untuk mencapai pola kerja yang efektif dan tepat sasaran.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Jadi, ini saatnya untuk Anda meningkatkan kinerja organisasi dalam mencapai strategi organisasi secara interaktif dan terintegrasi. KPI merupakan alat ukur dengan ukuran berskala dan kuantitatif yang dapat mengefisienkan strategi bisnis yang Anda miliki. Buatlah KPI yang sesuai dengan standar organisasi/perusahaan dan pangsa pasar bisnis Anda.</p>
</div>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/kpi-key-performance-indicator-definisi-penerapannya/">KPI Key Performance Indicator Definisi &#038; Penerapannya</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ppbm.co.id/kpi-key-performance-indicator-definisi-penerapannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Etika Meeting / Rapat Kerja yang harus Diperhatikan</title>
		<link>https://ppbm.co.id/etika-meeting-rapat-kerja/</link>
					<comments>https://ppbm.co.id/etika-meeting-rapat-kerja/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ppbm]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2022 07:04:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[seputar dunia kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ppbm.co.id/?p=6359</guid>

					<description><![CDATA[<p>Etika Meeting / Rapat Kerja yang Perlu Diperhatikan Mungkin kamu yang baru saja lulus dari...</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/etika-meeting-rapat-kerja/">Etika Meeting / Rapat Kerja yang harus Diperhatikan</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2 id="anchor_0"><span style="color: #ffffff; font-size: 9px;">Etika <em>Meeting / </em>Rapat Kerja yang Perlu Diperhatikan</span></h2>
<p>Mungkin kamu yang baru saja lulus dari kuliah belum mengetahui seluk beluk dan fungsi dari etika <em>meeting</em>.</p>
<p>Namun, kurangnya etiket saat pertemuan dan perencanaannya yang buruk adalah dua alasan utama mengapa banyak pertemuan bisnis gagal.</p>
<h2>Berikut ini kami sampaikan beberapa etika dalam meeting / rapat kerja yang dapat diterapkan :</h2>
<h2>1. Hadir tepat waktu</h2>
<p>Etika <a href="https://ppbm.co.id/tentang-ppbm/"><em>meeting</em></a> pertama yang perlu tiap pekerja perhatikan adalah untuk selalu datang tepat waktu. Bahkan, jika sempat, hadirlah 15 menit sebelum rapat dimulai. Ketepatan waktu adalah tanda bahwa kamu memiliki sikap yang profesional. Selain itu, rapat yang diadakan tepat waktu dapat memberikan masing-masing peserta untuk memberikan perspektif mereka terhadap topik yang sedang dibahas. Ketepatan waktu adalah tanda hormat yang perlu ditunjukkan oleh semua pihak yang terlibat dalam <em>meeting</em>.</p>
<h2>2. Ikuti agenda</h2>
<p>Pada setiap <em>meeting </em>pasti memiliki agenda yang perlu dibahas oleh para peserta. Nah, diskusi dalam rapat sebaiknya selalu mengikuti agenda yang telah dibentuk. Pimpinan rapat harus mengedarkan agenda kepada masing-masing peserta setidaknya satu minggu sebelum rapat diadakan. Peserta juga berhak untuk menghubungi pimpinan setidaknya 48 jam sebelum <em>meeting</em> bila ia memiliki pendapat tentang agenda yang telah dirancang. Ketua dan peserta terkait akan memiliki waktu untuk menentukan apakah perubahan perlu dilakukan.</p>
<h2>3. Sesuaikan posisi kursi</h2>
<p>Posisi kursi yang benar juga menjadi sebuah etika dalam <em>meeting</em>. Kamu perlu menyesuaikan kursi sehingga posisi tubuh kita duduk berada pada ketinggian yang sama dengan peserta  lain di meja. Hal ini ditujukkan sebagai rasa hormat dan keseteraan di antara para peserta rapat.</p>
<h2>4. Patuhi kode berpakaian</h2>
<p>Hal lain yang perlu diperhatikan saat <em>meeting </em>adalah kode berpakaian yang telah ditetapkan oleh kantormu. Biasanya pakaian yang sesuai untuk sebuah pertemuan itu bisa berbeda-beda. Maka, sebaiknya kamu tanyakan pada pimpinan rapat apakah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Rapat" target="_blank" rel="noreferrer noopener">jenis <em>meeting</em></a> yang akan dilaksanakan merupakan <em>casual business </em>atau <em>formal business</em>.</p>
<p>Misalnya, saat pimpinan menentukan bahwa format rapat yang diadakan merupakan <em>formal business</em>, kamu dapat mengenakan kemeja berkancing dan celana bahan dengan warna yang sepadan.</p>
<h2>5. Bicaralah Secara Bergantian</h2>
<p>Etika selanjutnya yang perlu diperhatikan saat meeting di kantor adalah untuk berbicara secara bergantian. Tentunya, semua peserta memiliki opini yang ingin mereka utarakan. Namun, akan lebih baik dan kondusif bila masing-masing peserta berbicara dengan teratur dan bergantian. Lalu, ajukanlah pertanyaan selama sesi tanya-jawab yang telah ditentukan, dan angkat tangan kamu agar bila memang dirasa perlu ada interupsi. Jangan menyela peserta lain saat mereka sedang berbicara bila memang pendapatmu tidak begitu penting.</p>
<p>Itulah beberapa etika yang perlu kamu perhatikan ketika berada dalam sebuah rapat bisnis di kantor.</p>
<p>The post <a href="https://ppbm.co.id/etika-meeting-rapat-kerja/">Etika Meeting / Rapat Kerja yang harus Diperhatikan</a> appeared first on <a href="https://ppbm.co.id">PPBM</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ppbm.co.id/etika-meeting-rapat-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
